Tampilkan postingan dengan label Info Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Oktober 2009

Mencegah kanker kolorektal

Kanker kolorektal yang disebut juga kanker usus besar karena lokasi kanker berkisar dari usus besar(kolon) hingga dekat dubur(rektum), dan merupakan kanker terganas kedua di negara-negara maju.
Gejalanya berubah-ubah pada saat buang air besar(BAB). Kadang encer, kadang keras, kadang tipis. Bahkan saat BAB ada darah yang ikut keluar pada feses. Akhirnya penderita kesulitan BAB dan perut terasa tak enak.
Biasanya terjadi perubahan pada fungsi usus, seperti mengalami diare atau sembelit tanpa sebab yang jelas. Penderita biasanya merasa perut masih penuh meski sudah BAB. Gejala ini berlangsung lebih dari 6 pekan, dan juga terjadinya penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.

Cara mencegah kanker kolorektal:
1. Lakukan gaya hidup aktif dan teratur berolahraga.
2. Jangan merokok.
3. Kendalikan stress dan kemarahan.
4. Jaga berat badan tetap ideal.
5. Makan dengan diet seimbang, konsumsi makanan kaya serat, serta hindari lemak berlebihan.
6. Banyak minum air putih.
7. Masukkan prebiotik dalam menu harian.
8. Usahakan buang air besar sekali sehari.
9. Kurangi paparan radiasi.
10. Lakukan konseling genetik dan pelajari sejarah kesehatan keluarga. Jika ada anggota keluarga yang mengidap polip usus besar dapat menambah faktor risiko terserang kanker kolorektal.

Kenali tanda-tanda sinusitis

Sinusitis atau peradangan sinus umumnya disebabkan oleh bakteri jamur atau infeksi virus.
Tanda-tanda berikut ini menunjukkan bahwa anda menderita sinusitis.
1. Pilek atau flu selama lebih dari 5-7 hari.
2. Tidak mampu mencium bau.
3. Terasa kering di bagian belakang tenggorokan atau sakit tenggorokan.
4. Sakit kepala serta terasa ada tekanan ngilu pada wajah di sekitar mata dan kadang-kadang gigi.
5. Hidung tersumbat, mulut berbau, dan ingusan.
6. Batuk, terutama pada malam hari.
7. Demam, kelelahan, atau sakit secara umum.

Sabtu, 24 Oktober 2009

Buta Warna

Buta warna lebih banyak dialami lelaki dibanding perempuan. Kelainan penglihatan ini disebabkan oleh faktor genetik, yang diturunkan antargenerasi. Kelainan ini membuat orang kesulitan melihat perbedaan beberapa warna. Melihat seluruh warna dengan jelas diawali dengan kemampuan mata membedakan warnb merah, hijau, dan biru.
Ada beberapa jenis buta warna. Buta warna total membuat penderitanya tak bisa sama sekali melihat warna kecuali hitam-putih(monochromasy), namun jenis ini amat langka.
Bentuk yang paling umum dijumpai adalah buta warna merah-hijau, yang diwariskan secara turun-temurun melalui gen penglihatan yang cacat pada kromosom X. Terkadang buta warna juga dapat terjadi karena penyakit seperti degenerasi macula pada retina atau efek samping obat-obatan tertentu.
Sebesar 8-10 persen pria dan 1 persen perempuan di dunia terlahir dengan kelainan genetis ini. Mereka tak bisa membedakan antara warna merah dan hijau. Jika ditunjukkan sebuah benda berwarna merah dan hijau, mereka hanya melihatnya sebagai benda bernuansa kelabu.
Sedangkan warna lain, seperti biru dan cokelat terlihat pudar. Warna jingga dan kuning masih dapat terlihat seperti aslinya, namun lebih muda.

PROTANOMALY(SATU DARI 100 PRIA)
Protanomaly adalah ketidakmampuan melihat warna merah. Semua nuansa merah yang terlihat oleh orang berpenglihatan warna akan terlihat lebih samar dan lemah. Merah, jingga, kuning, dan kuning kehijauan kerap terlihat kehijauan, dan tampak lebih pucat daripada semestinya. Warna merah keunguan juga kerap terlihat biru di mata orang yang mengalami kelainan ini.
Orang yang mengalami kelainan ini sering keliru, saat lampu lalu lintas merah berkedip, yang terlihat menyala adalah lampu kuning, atau tidak bisa membedakan lampu lalu lintas hijau dengan lampu penerang jalan atau lampu hias.

DEUTERANOMALY(LIMA DARI 100 PRIA)
Orang dengan kelainan ini tak bisa melihat warna hijau. Dia kesulitan membedakan perbedaan nuansa kecil dalam merah, jingga, kuning, dan hijau karena, di matanya semua tampak kemerahan.

DICHROMASY
Kelainan ini dapat dibedakan menjadi protanopia dan deuteranopia(dua dari 100 pria).
Orang yang mengalami kelainan ini tak bisa membedakan warna merah, jingga, kuning, dan hijau. Semua warna yang sesungguhnya sangat berbeda ini terlihat sama bagi mereka.